Sabtu, 30 September 2017

September 30, 2017 - No comments

Contoh Neraca Saldo

Berikut ini adalah Neraca Saldo PT. PANDAWA Tasikmalaya, hasil dari transaksi-transaksi Keuangan selama 1 Januari sampai 31 Desember 2010 :
NERACA SALDO
No. Rek
Nama Rekening
Debet
Kredit
1111
1131
1141
1151
1311
1312
1314
1324
2101
3001
4101
4102
5101
5102
Kas
Pihutang Dagang
Persekot Asuransi
Perlengkapan
Tanah
Gedung
Peralatan Kantor.
Akum. Penyusutan Peralatan Kantor
Hutang Dagang
Modal Nurlina
Penghasilan Jasa
Penghasilan Sewa
( Biaya ) Gaji Pegawai
Biaya Kantor.
40.000.000,-
50.000.000,-
6.000.000,-
30.000.000,-
25.000.000,-
200.000.000,-
30.000.000,-
-
-
-
-
-
20.000.000,-
24.000.000,-
-
-
-
-
-
-
-
10.000.000,-
30.000.000,-
240.000.000,-
120.000.000,-
25.000.000,-
-
-


425.000.000,-
425.000.000,-

Keterangan penyesuaian per 31 Desember 2010.

1.        Selama periode Akuntansi Perlengkapan Rp. 25.000.000,- telah dipakai dan belum dibukukan.
2.        Sewa atas Rumah untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember 2010 belum diterima. Sewa untuk satu bulan Rp. 2.000.000,-
3.        Masih ada gaji pegawai sebesar Rp. 2.000.000,- yang belum diserahkan kepada yang berhak, karena yang berhak sedang sakit.
4.        Dari penghasilan yang sebesar Rp. 120.000.000,- terdapat jumlah Rp. 5.000.000,- yang merupakan penghasilan tahun yang akan datang, tetapi telah diterima oleh perusahaan terlebih dahulu.
5.        Jumlah Rp. 6.000.000,- yang tertera pada rekening Persekot Asuransi adalah jumlah Premi Asuransi yang telah dibayar oleh Perusahaan pada tanggal 1 Agustus 2010. Jumlah itu untuk menutup Polis Asuransi selama satu tahun.
6.        Pihutang yang diperkirakan tak dapat ditagih adalah 2% dari total Pihutang.
7.        Gedung disusut 10% dari Harga Perolehannya.
8.        Untuk tahun ini Peralatan Kantor disusut Rp. 5.000.000,-

September 30, 2017 - No comments

Neraca Lajur dan Laporan Keuangan

Neraca Lajur dan Laporan Keuangan

A.     NERACA LAJUR
Neraca Lajur yaitu Lembar ( Kertas ) Kerja untuk menghimpun keseluruhan data keuangan Perusahan yang akan dipakai sebagai dasar untuk menyusun Laporan Keuangan.

Bentuk Neraca Lajur terdiri dari kolom-kolom :
  1. Nomor Rekening.
  2. Nama Rekening.
  3. Neraca Saldo ( Debet–Kredit )
  4. Jurnal Penyesuaian ( Debet–Kredit ).
  5. Neraca Saldo Yang Telah Disesuaikan ( Debet–Kredit ).
  6. Rugi–Laba ( Debet–Kredit )
  7. Neraca ( Debet–Kredit )

Menjadi keharusan dalam Neraca Lajur mencantumkan :
  1. Nama Perusahaan.
  2. Kata “ NERACA  LAJUR “
  3. Tanggal Penyusunan

B.     LAPORAN KEUANGAN
Penyusunan Laporan Keuangan :
  1. Untuk membuat menyusun Laporan Rugi-Laba, kita tinggal mengambil data-data dari Neraca Lajur Kolom (kelompok) Rugi-Laba.
  2. Untuk membuat (menyusun) Laporan Perubahan Modal, kita mengambil Modal Awal (dari Neraca), ditambah Laba Bersih atau dikurangi Rugi Bersih (dari perhitungan Laporan Rugi-Laba), kemudian dikurangi Pengambilan Prive atau ditambah Penyetoran Prive (diambil dari Neraca).
  3. Untuk membuat (menyusun) Neraca, kita mengambil data-data dari Neraca Lajur kelompok (kolom) Neraca, tetapi untuk Modal (Modal Akhirnya), kita ambilkan Modal Akhir dari perhitungan penyusunan Laporan Perubahan Modal.

Neraca Lajur dan Laporan Keuangan

A.     NERACA LAJUR
Neraca Lajur yaitu Lembar ( Kertas ) Kerja untuk menghimpun keseluruhan data keuangan Perusahan yang akan dipakai sebagai dasar untuk menyusun Laporan Keuangan.

Bentuk Neraca Lajur terdiri dari kolom-kolom :
  1. Nomor Rekening.
  2. Nama Rekening.
  3. Neraca Saldo ( Debet–Kredit )
  4. Jurnal Penyesuaian ( Debet–Kredit ).
  5. Neraca Saldo Yang Telah Disesuaikan ( Debet–Kredit ).
  6. Rugi–Laba ( Debet–Kredit )
  7. Neraca ( Debet–Kredit )

Menjadi keharusan dalam Neraca Lajur mencantumkan :
1.       Nama Perusahaan.
2.       Kata “ NERACA  LAJUR “
3.       Tanggal Penyusunan

B.     LAPORAN KEUANGAN
Penyusunan Laporan Keuangan :
1.       Untuk membuat menyusun Laporan Rugi-Laba, kita tinggal mengambil data-data dari Neraca Lajur Kolom (kelompok) Rugi-Laba.
2.       Untuk membuat (menyusun) Laporan Perubahan Modal, kita mengambil Modal Awal (dari Neraca), ditambah Laba Bersih atau dikurangi Rugi Bersih (dari perhitungan Laporan Rugi-Laba), kemudian dikurangi Pengambilan Prive atau ditambah Penyetoran Prive (diambil dari Neraca).
3.       Untuk membuat (menyusun) Neraca, kita mengambil data-data dari Neraca Lajur kelompok (kolom) Neraca, tetapi untuk Modal (Modal Akhirnya), kita ambilkan Modal Akhir dari perhitungan penyusunan Laporan Perubahan Modal.

September 30, 2017 - No comments

PENYESUAIAN PEMBUKUAN

PENYESUAIAN PEMBUKUAN
A.  Maksud Penyesuaian Pembukuan.
Neraca Saldo merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun (satu periode Akuntansi). Tujuan penyusunan Neraca Saldo disamping untuk mengecek apakah jumlah-jumlah debet Rekening Buku Besar sudah sama dengan jumlah kreditnya, yang lebih utama ialah untuk persiapan dalam penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan.
Sebelum Laporan-Laporan Keuangan disusun berdasarkan Neraca Saldo, perlu diteliti dahulu apakah saldo-saldo dari Neraca Saldo telah menunjukan keadaan yang benar. Sebab ada saldo Rekening Buku Besar yang memang sudah benar, tetapi ada saldo Rekening Buku Besar yang masih perlu koreksi.
Secara singkat dapat dirumuskan bahwa tujuan dari penyesuaian pembukuan adalah :
1.       Agar Rekening-Rekening Neraca (Riil) merupakan jumlah-jumlah yang sebenarnya.
2.       Agar Rekening-Rekening Rugi-Laba (Nominal) menunjukan jumlah Pendapatan yang telah menjadi haknya dan Biaya yang telah menjadi kewajibannya pada periode itu.
B.  Rekening yang perlu penyesuaian.
Saldo-saldo yang umumnya masih perlu penyesuaian ialah :
1.     Persediaan Suplai (Perlengkapan).
Suplai yang masih ada (tersisa) pada akhir periode Akuntansi. Yang perlu disesuaikan adalah jumlah Suplai yang telah dipakai pada periode Akuntansi yang bersangkutan.
2.     Pihutang Penghasilan.
yaitu Penghasilan yang sudah menjadi hak Perusahaan tetapi belum dicatat.
3.     Hutang Biaya.
Jumlah Biaya yang sudah menjadi kewajiban Perusahaan tetapi belum dicatat.
4.     Hutang Penghasilan.
yaitu Penghasilan yang sudah diterima tetapi sebenarnya merupakan Penghasilan untuk periode yang akan datang.
5.     Persekot Sewa.
Biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang.
6.     Kerugian Pihutang.
Taksiran Kerugian yang timbul karena adanya Pihutang yang tidak bisa ditagih.
7.     Penyusutan Aktiva Tetap.
Penyusutan dari Aktiva Tetap yang harus dibebankan pada periode tersebut.
C.  Langkah-Langkah Penyesuaian Pembukuan :
1.a.   Menghitung Pendapatan atau Biaya Periode ini yang belum diperhitungkan. Atau
1.b.   Menghitung Pendapatan atau Biaya Periode akan datang yang sudah tercatat dalam Buku Besar
2.      Membuat Jurnal Penyesuaian.
D.   Neraca Saldo Setelah Penyesuaian.
Neraca Saldo setelah penyesuaian yaitu Neraca Saldo yang saldo-saldonya sudah disesuaikan dengan kenyataan di Perusahaan. Sehingga saldo-saldo ( yang sudah disesuaikan ) ini yang nantinya dipakai dasar untuk menyusun Laporan Keuangan.
       
n yang dibebankan pada hutang Bank ialah sebesar 6% setahun, dan harus dibayar sebulan sekali.

Jumat, 29 September 2017

September 29, 2017 - No comments

JURNAL DAN POSTING

Akuntansi Keuangan Dasar - 

JURNAL DAN POSTING


Siklus Akuntansi (Accounting Cycle) merupakan suatu urutan prosedur yang digunakan untuk pencatatan, pengelompokkan dan penyusunan Laporan Keuangan (Neraca dan Laporan Rugi-Laba) mengenai transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Proses ini dapat dibagi menjadi dua Phase,  yaitu :
         Phase Pencatatan dan Penggolongan (Pengelompokkan)
         Phase Pengikhtisaran
A.   Jurnal :
Jurnal merupakan catatan pertama dari semua transaksi-transaksi keuangan Perusahaan berdasarkan bukti-bukti/ dokumen-dokumen asli, seperti Faktur, Kwitansi, dan lain-lain.
Kegunaan Jurnal antara lain untuk :
1.        Mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis.
2.        Mengelompokkan jenis-jenis transakasi kedalam Rekening Buku Besar yang sesuai.
3.        Didalam Jurnal terdapat keterangan ( pejelasan ) dari masing-masing transaksi.
Setelah Transaksi dicatat dalam Jurnal kemudian dipindahkan ke Rekening Buku Besar. Keuntungan menggunakan Jurnal dari pada kalau transaksi dicatat secara langsung ke Buku Besar :
1.        Menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
2.        Jurnal memberikan keterangan untuk setiap transaksi dengan ringkas dan jelas.
3.        Jurnal mencatat transaksi-transaksi secara kronologis.
Bentuk dan banyaknya Jurnal dalam Perusahaan tergantung pada besarnya Perusahaan dan sifat operasinya. Bentuk Jurnal yang paling sederhana adalah Jurnal Umum. Jurnal Umum hanya mempunyai dua kolom jumlah dan dapat digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi. Proses mencatat suatu transaksi dalam Jurnal disebut menjurnal transaksi.
Contoh  : Bentuk Jurnal Umum.
Fol :....
Tgl
Nama Rekening dan Keterangan
Ref
Debet
Kredit






Agar dapat mengerjakan Jurnal diperlukan :
1.        Kemampuan menganalisa pengaruh dari suatu transaksi terhadap Harta, Hutang, Modal, Penghasilan dan Biaya.
2.       Mengetahui dengan baik bentuk dan kegunaan Jurnal.
Prosedur dalam menjurnal transaksi adalah sebagai berikut :
1.        Pada kolom tanggal dituliskan Tahun, Bulan dan Tanggal. Tahun dan bulan tidak ditulis berulang-ulang pada suatu halaman, kecuali ganti Tahun atau Bulan.
2.        Nama Rekening yang harus di Debet dan di Kredit di tulis pada kolom “Nama Rekening dan Keterangan”.
3.        Penjelasan atau keterangan ditulis setelah Nama Rekening Kredit ( hendaknnya menggunakan Nama Rekening Secara pasti atau tetap ). Kolom Referensi tidak diisi pada waktu menjurnal. Kolom ini harus diisi dengan nomor rekening, setelah jurnal tersebut dicatat dalam rekening yang bersangkutan di Buku Besar. Dengan cara demikian maka dapat diketahui Jurnal-Jurnal mana yang telah dicatat dalam Buku Besar dan mana yang belum dicatat dalam Buku Besar.

B.  Posting.
Proses memindahkan jumlah-jumlah Debet dan Kredit setiap transaksi dalam Jurnal ke rekening-rekening dalam Buku Besar disebut Posting. Posting dapat dilakukan setiap hari atau setiap minggu bahkan setiap bulan sekali.
Langkah-langkah melakukan Posting adalah :
1.          Tanggal, keterangan, dan Jumlah dalam Jurnal dicatat kembali dalam Rekening Buku Besar yang bersangkutan. Jumlah sisi Debet dalam Jurnal dicatat kembali pada jumlah sisi Debet dalam Rekening Buku Besar. Jumlah sisi Kredit dalam Jurnal dicatat kembali pada jumlah sisi Kredit dalam Rekening Buku Besar.
2.          Setelah Posting (Langkah pertama di atas) dilakukan, kolom Referensi dalam Rekening Buku Besar diisi dengan nomor halaman (Folio) dalam Jurnal dimana transaksi tersebut dicatat.

3.          Selanjutnya kolom Referensi dalam Jurnal ditulis Nomor Rekening Buku Besar dimana Posting telah dilakukan.

Kamis, 28 September 2017

September 28, 2017 - No comments

LAPORAN KEUANGAN dan REKENING BUKU BESAR

Akuntansi Keuangan Dasar

LAPORAN KEUANGAN dan REKENING BUKU BESAR
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan yaitu merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan Akuntansi, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama Tahun Buku yang bersangkutan :
Laporan Keuangan yang disusun biasanya terdiri dari :
1.        Neraca  yaitu Laporan yang menunjukan Keadaan  Keuangan suatu Perusahaan pada waktu tertentu.
2.        Laporan Rugi-Laba yaitu Laporan yang menunjukan Hasil Usaha (Penghasilan dan Biaya-Biaya) Perusahaan selama satu periode Akuntansi.
3.        Laporan Perubahan Modal yaitu Laporan yang menunjukan sebab-sebab Perubahan Modal Perusahaan dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah pada akhir periode.
A.    Neraca.
Elemen-elemen yang terdapat di dalam Neraca dapat dikelompokan sebagai berikut :
1.        Harta-Harta (Aktiva) terdiri dari :
a.        Aktiva Lancar : yaitu Kas/Bank dan Aktiva-Aktiva lain  yang dapat segera ditukarkan menjadi uang tunai, dijual, atau yang habis dipakai dalam suatu siklus Perusahaan yang normal.
b.        Aktiva tidak Lancar : yaitu Aktiva yang mempunyai jangka waktu penggunaan yang relatif lama (lebih dari 1 tahun), tidak habis dalam 1 siklus Perusahaan, dan tidak mudah ditukar dengan uang.
2.        Hutang dan Modal.
Hutang, Hutang dibedakan menjadi :
a.       Hutang Jangka Pendek ( Hutang Lancar ) adalah Hutang yang jangka waktu pelunasannya kurang dari 1 tahun, dan harus dilunasi dengan sumber-sumber yang berasal dari golongan Aktiva Lancar.
b.       Hutang Jangka Panjang adalah Kewajiban-Kewajiban yang tidak dapat dilunasi dalam suatu/satu Periode Akuntansi.
c.        Hutang-Hutang lain yaitu Hutang-Hutang yang tidak dapat dimasukan kedalam kelompok tersebut diatas.
3.        Modal.
Modal : yaitu Hak Pemilik atas Harta Perusahaan.
Neraca dapat disusun dalam 2 bentuk :
1.        Bentuk Skontro (sebelah menyebelah) atau Account Form.
2.        Bentuk Staffel atau Refort Form / berbentuk Laporan.

B.  Laporan Rugi-Laba.
Tujuan penyusunan Laporan Rugi-Laba adalah untuk mengukur kemajuan atau perkembangan Perusahaan dalam menjalankan fungsinya. Laporan ini memberikan informasi tentang Ikhtisar Pendapatan dan Biaya.
Elemen-Elemen yang terdapat dalam Laporan Rugi-Laba, antara lain :
Penjualan, Harga Pokok Penjualan, Laba Kotor, Biaya Operasi, Laba Operasi, Pendapatan/Biaya lain-lain, Laba Sebelum Pajak , Pajak Perusahaan, Laba Bersih.
“SALON “INDAH”
LAPORAN RUGI-LABA
Per. BULAN DESEMBER 2010
=================================================================
Pendapatan Jasa Salon                                                                          Rp.     3.500.000,-
Biaya-biaya Usaha :
   Biaya Gaji                                             Rp.       870.000,-
   Biaya Perlengkapan                             Rp.    1.250.000,-
   Biaya Sewa                                          Rp.       200.000,-
   Biaya Penysutan Peralatan                  Rp.       125.000,-
   Biaya Iklan                                            Rp.         20.000,-
   Biaya lain-lain                                       Rp.       350.000,-
                                                                                                                       Rp.     2.815.000,-
Laba Bersih                                                                                             Rp.        685.000,-
C.    Laporan Perubahan Modal.

Unsurnya (Elemennya)  : 1. Modal awal Periode.
 2. Laba/ Rugi Bersih.
 3. Prive.
 4. Modal Akhir Periode.

Rekening Buku Besar
Rekening (Account) ialah suatu daftar yang dipergunakan untuk mencatat besar dan perubahan Harta, Hutang, Modal, Pendapatan dan Biaya dari waktu ke waktu. Rekening-Rekening itu dicatat dalam Buku Besar (Legder), tapi kadang kala Rekening-Rekening dicatat dalam Kartu-Kartu. Pada umumnya rekening-rekening Neraca akan ditulis lebih dulu baru kemudian rekening Laporan Rugi-Laba.
1.     Penggolongan Rekening
Pada garis besarnya Rekening-Rekening dibagi menjadi 2 macam yaitu :
a.   Rekening Neraca (Rekening Riil). : yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan kedalam Neraca (Rekening Harta, Hutang dan Modal)
b.     Rekening Rugi-Laba (Rekening Nominal). : yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan kedalam Laporan Rugi-Laba (Pendapatan dan Biaya).
2.     Nama, Nomor / Kode, dan Bentuk Rekening.
a.     Nama Rekening : Setiap rekening harus diberi Nama dengan jelas sehingga mudah diketahui hal apa yang dicatat dalam Rekening itu. Dengan demikian akan timbul bermacam-macam rekening, seperti Rekenig Kas, Pihutang Dagang, Tanah, dsb.
b.     Nomor (Kode) Rekening. : Setiap rekening harus diberi Nomor (Kode) Rekening.
Pada umumnya nomor rekening terdiri dari 4 angka, yang artinya sebagai berikut:
Angka “Pertama” Menunjukan “Kelompok Rekening”.
Angka “Kedua” Menunjukan “Golongan Rekening”.
Angka “Ketiga” Menunjukan “Sub Golongan Rekening”.
Angka “Keempat” Menunjukan “Jenis Rekening”.
3.   Bentuk Rekening
Bentuk Rekening ada bermacam-macam, antara lain berbentuk “Huruf T”, “Saldo Berjalan”,dan “Saldo Debet Kredit”